Dinkes Pulau Morotai Catat 62 Warga Kembali Terjangkit Sakit Kusta 

  • Whatsapp
Kabid P2P Dinas Kesehatan Pulau Morotai, Syahril Adam (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, mencatat sepanjang tahun 2019, sebanyak 62 warga kembali terjangkit sakit kusta. Dengan demikian, maka angka penderita kusta di Pulau Morotai terus bertambah dari tahun sebelumnya.

Kabid Perencanaan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pulau Morotai, Syahril Adam mengaku meski kembali menemukan 62 pendiri baru. Namun angka penderita ini diklaim berkurang dari tahun 2018 yang mencapai 90 kasus.

Bacaan Lainnya

“Tahun 2019 terjadi penurunan, jumlah 90 orang menjadi 62. Penemuan kasus di tahun 2019 itu ada 62 pasien baru, sisinya itu bawaan dari 2018,” ungkap Syahril ketika di konfirmasi KabarMalut, Jumat (7/2/2020).

Dinkes Pulau Morotai sendiri sejauh ini sudah berupaya melakukan pengobatan di setiap desa dengan menyediakan logistik pengobatan. Bahkan beberapa kegiatan Intesify Case Finding (ICF) telah dilakukan di desa-desa.

“ICF itu pemeriksaan seluruh warga di desa-desa itu, kita survai, kontak dengan mereka, mencari tahu apakah mereka mengidap penyakit kusta atau tidak, hampir seluruh desan di Pulau Morotai kita adakan ICF,” jelasnya.

Bahkan dari 62 penyakit baru tersebut, didominasi usia produktif yakni usia 34 tahun katas. Namun sejumlah anak yang berusia 7-10 tahun juga terjangkit sakit kusta.

“Penyakit kusta muncul karena banyak faktor, diantaranya lewat bersin, terus ganti-ganti handuk dan lain-lain,” terangnya.

Pemda Pulau Morotai bahkan menggratiskan obat bagi penderita sakit kusta. Hanya saja kendalanya pengobatan yang membutuhkan waktu lama sehingga membuat para pasien jenuh.

“Mereka jenuh, kadang mereka banyak minum obat mereka putus minum obat, cuman dari petugas di Puskesmas selalu melakukan pendampingan,” tuturnya.

Untuk menjaga agar tidak tejangkit atau menyebar, Syahril berharap masyarakat selalu menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan dan pola hidup bersih. (*)

Pos terkait