Lama Dikarantina dan Tanpa Hasil Test Swab, Sejumlah Warga Jemput Paksa Keluarga

  • Whatsapp
Sejumlah warga menjemput paksa keluarga mereka yang dikarantian di Gedung Miamari Desa Juanga Kecamatan Morotai Selatan(Istimewa)

DARUBA – Sejumlah di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mendatangi Gedung Miamari di Desa Juanga Kecamatan Morotai Selatan yang dijadikan tempat karantina, mengamuk dan meminta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pulau Morotai, segera mengeluarkan keluarga mereka yang sedang dikarantina tanpa ada hasil test swab.

“Kami datang untuk jemput keluarga yang dikarantina sudah lama, baru tidak jelas hasilnya sudah lama menunggu hanya janji-janji sampai ini,” ungkap seorang warga di lokasi karantina, Selasa (28/7/2020).

Menurut para warga, kedatanagn ke tempat karantina dengan tujuan mengelurkan keluarga yang dikarantina, karena selama ini tidak sakit tetapi dikarantina berbulan-bulan tanpa ada hasil test swab.

“Keluarga kami tidak sakit apa-apa masa ditahan sampai dengan bulan-bulan, ketakutan kami keluarga kami ini sudah lanjut usia, takutnya karena tekanan lalu meninggal bukan karena corona tapi karena tekanan batin yang dialami,” ucapnya.

Proses penjemputan keluarga yang sudah lama dikarantina (Istimewa)

Terpisah, Jubir Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pulau Morotai, dr Novindra Humbas mengaku warga yang dayang tersebut menjeput keluarga mereka yang sudah memiliki hasil test swab dan dinyatakan negatif. Namun bagi yang belum memiliki hasil tets swab, belum diperbolehkan untuk pulang ke rumah.

“Memang benar kemarin dan hari ini ada beberapa keluarga yang datang menjemput karena hasil lab kemarin sore sudah keluar dan dibolehkan pulang karena hasil swabnya negatif,” ungkap Novindra.

Menurutnya terkait dengan beberapa orang yang mengamuk di tempat karantina itu karena hasil swabnya masih dikirim ke Makkasar atau Manado sehingga agak terlambat. Keterlambatan ini bukan kesengajaan petugas, melainkan harus menunggu hasil dari Tim Covid-19 Provinsi Maluku Utara.

“Terkait ini memang kami juga pahami dan tidak bisa berbuat lebih dengan hasil swab yang lama keluar hasilnya sehingga membuat kejenuhan peserta karantina karna masa karantinanya jadi lama. Jadi terkait isu ini jika pengen dapat kejelasan pasti silahkan tanyakan ke provinsi karena sampel yang kita ambil itu dikirim ke provinsi dan provinsi tindak lanjut kirim untuk diperiksa di Manado atau Makassar,” jelasnya.

Lanjut Novindra saat ini sudah diusulkan Alat Polymerase Chain Reaction (PCR) ke Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) tinggal menunggu saja.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah bisa dapat bantuan alat PCR karena sudah kita usulkan ke BNPB Pusat dan menurut info sudah disetujui dan kita menunggu alatnya dikirim ke Morotai,” pungkasnya. (*)

Pos terkait