Mantan Kadis PUPR Jadi Tersangka, Polisi Diminta Periksa Mantan Bupati Sula

  • Bagikan
Praktisi Hukum, Iskandar Yoisangadji (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Sula, Moh Lutfi Kader dan salah satu pejabat di Dinas PUPR, Maskur ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan bendungan dan irigasi di Kepulauan Sula tahun anggaran 2018-2019 senilai Rp 9,8 miliar.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara diminta agar ikut memanggil mantan Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes untuk dimintai keterangan terkait persoalan ini.

“Apa salahnya ketika mantan bupati dipanggil kemudian dimintai keterangan, agar masalah ini jelas dan terang siapa-siapa saja pihak yang terkait,” kata Pratiksi Hukum, Iskandar Yoisangadji kepada KabarMalut, Rabu  (27/10/2021).

Iskandar menambahkan, pemanggilan terhadap mantan bupati untuk didengarkan keteranganya sangat penting, agar kasus ini jelas. Sebab perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut diduga milik Hendrata.

“Jadi perusahan ini diduga miliki mantan bupati adalah perusahan PT Amarta Mahakarya, perusahan itulah yang kerjakan,” akunya.

Miskipun ada penyerahan tanggung jawab ke pihak lain atas pengerlolaan perusahaan, maka pemilik perusahan harus dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Jadi saya kira kalau mantan bupati dipanggil tidak ada salahnya,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, proyek ini dianggarkan dari APBD tahun 2018-2019 dengan nilai 9,8 miliar rupiah yang melekat pada Dinas PUPR Kepulauan Sula. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut