Home » Bisnis » Skandal Sertifikasi Toyota: Penghentian Produksi dan Penyelidikan

Skandal Sertifikasi Toyota: Penghentian Produksi dan Penyelidikan

Fajar Eka Putra June 13, 2024

kabarmalut.co.id – Toyota Motor Corp. kembali diterpa skandal terkait sertifikasi keamanan kendaraan, yang memicu penyelidikan di kantor pusat perusahaan di Jepang dan penghentian sementara produksi sejumlah model mobil. Pejabat dari kementerian transportasi Jepang memulai penyelidikan setelah menemukan kejanggalan dalam permohonan sertifikasi untuk model kendaraan tertentu. Skandal ini bermula dari tes uji keselamatan unit mobil Toyota Daihatsu, yang kemudian menyebabkan kementerian Jepang memerintahkan pemeriksaan praktik sertifikasi di seluruh industri otomotif, sehingga turut menjerat produsen mobil Jepang lainnya, termasuk Honda Motor Co., Mazda Motor Corp., Suzuki Motor Corp., dan Yamaha Motor Co.

” Baca Juga: Erling Haaland Lewati Kane dan Mbappe dengan 22 Hat-trick “

Temuan Kejanggalan dan Dampak pada Produksi

Menurut laporan Kyodo News, Toyota mengungkapkan bahwa tujuh model kendaraan telah diberikan “penunjukan tipe” yang tidak tepat untuk produksi massal. Skandal ini diperkirakan berdampak pada 1,7 juta kendaraan yang diproduksi sejak tahun 2014 hingga April tahun ini. Toyota menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki permohonan sertifikasi untuk model-model ini. Sesuai dengan instruksi dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT) pada 26 Januari 2024. Hingga kini, uji coba tersebut masih berlangsung.

Model Kendaraan yang Terdampak

Uji coba tersebut mencakup beberapa model yang produksinya sudah dihentikan sejak tahun 2014. Toyota mengungkapkan bahwa beberapa model diuji menggunakan metode yang berbeda dari standar pemerintah. Hal ini telah dilaporkan ke Kementerian pada tanggal 31 Mei. Permohonan sertifikasi model-model tersebut ditemukan tidak memadai dalam data uji perlindungan pejalan kaki dan penumpang untuk tiga model kendaraan, yaitu Corolla Fielder, Corolla Axio, dan Yaris Cross. Akibat temuan ini, pengiriman ketiga model tersebut yang saat ini tersedia di pasar dihentikan sementara. Selain itu, ditemukan juga kesalahan dalam uji tabrak dan metode pengujian lainnya untuk empat model kendaraan lainnya, yaitu Crown, Isis, Sienta, dan RX di Jepang, yang saat ini sudah tidak tersedia di pasar.

Baca Juga :   Mendalami Jenis-Jenis Logo: Panduan Lengkap untuk Bisnis

Pengakuan dan Permintaan Maaf dari Toyota

Dalam keterangannya, Chairman Toyota, Akio Toyoda, mengakui bahwa perusahaan telah memproduksi dan menjual mobil secara massal tanpa mengikuti proses sertifikasi yang benar. “Kesalahan ini mengguncang fondasi sistem sertifikasi dan itulah yang seharusnya tidak dilakukan oleh produsen mobil, apa pun yang terjadi. Kami meminta maaf sebagai grup Toyota,” ungkap Toyoda. Pengakuan ini menegaskan pelanggaran serius dalam proses sertifikasi yang seharusnya menjamin keamanan dan keselamatan konsumen.

Respons Pemerintah Jepang

Pada konferensi pers yang digelar pada Selasa (4/6/2024), Menteri Transportasi Jepang, Tetsuo Saito, menyatakan bahwa penyimpangan keselamatan ini sangat disesalkan. Namun, dia menambahkan bahwa dampak keseluruhan terhadap perekonomian Jepang mungkin terbatas karena rendahnya volume produksi model-model yang terkena dampak. Menteri Saito juga menyebut bahwa perusahaan-perusahaan berencana untuk memberikan kompensasi dengan meningkatkan produksi untuk model-model yang tidak terpengaruh, sebagai upaya untuk mengurangi dampak negatif dari skandal ini.

” Baca Juga: PBNU Bentuk Perusahaan Tambang Baru Konsesi dari Pemerintah “

Kesimpulan

Skandal sertifikasi yang melibatkan Toyota dan beberapa produsen mobil Jepang lainnya menyoroti masalah serius dalam kepatuhan terhadap standar keselamatan. Penghentian sementara produksi dan penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam praktik sertifikasi di industri otomotif Jepang. Toyota, sebagai produsen mobil terkemuka, menghadapi tantangan besar dalam memulihkan kepercayaan konsumen dan memastikan bahwa semua model kendaraannya memenuhi standar keselamatan yang ketat.