3.000 Warga Kepsul Terancam Tidak Ikut Pilgub

  • Whatsapp
Komisioner KPU Kepsul, Ramli K Yakub saat diwawancarai wartawan

SANANA – Sebanyak 3.000 lebih warga Kabupaten Kepulauan Sulan (Kepsul) terancam tidak memiliki hak suara dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara (Malut) 2018. Pasalnya 3.000 warga tersebut hingga kini belum melakukan rekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang menjadi salah satu syarat pemilih.

Komisioner KPU Kepsul, Ramli K Yakub mengatakan, kurang lebih 3.000 warga Kepsul hingga kini belum melakukan perekaman e-KTP. Sementara salah satu persyaratan untuk memberikan hak suara harus dibawa sertakan e-KTP, jika tidak ada minimal telah melakukan perekaman di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang dikeluarkan dikeluarkan Surat Keterangan domisili.

“Sesuai data bahwa sisa 3.000 lebih masyarakat Kepsul belum melakukan perekaman, dan kami KPU punya keinginan semua warga harus dipastikan perekaman agar partisipasi Pemilu bisa naik. Sebab pemilih harus punya e-KTP atau keterangan dari Dukcapil,” kata Ramli kepada KabarMalut, Rabu (24/1/2018).

Menurutnya, pada rapat koordinasi (Rakoor) dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) KPU juga telah meminta Dukcapil dapat mengoptimalkan perekaman bagi warga yang belum perekaman.

“Dukcapil harus bisa jemput bola ini, karena jika warga tidak perekaman maka partisipasi Pemilu pasti menurun,  jadi harus turun, bila perlu ke desa-desa untuk perekaman,” cetusnya. (ILO)

Pos terkait