Demi Pendidikan, Siswa di Kepsul Bertarung Nyawa

  • Bagikan
Para siswa dekat menyeberangi derasnya sungai

SANANA – Sejumlah siswa SMK Negeri Kawata, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kepulauan Sula (Kepsul), harus bertarung nyawa ketika hendak ke sekolah. Setiap pergi pulang sekolah, mereka rela harus basah kena air sengai.

Demi untuk mencapai cita-cita dalam pendidikan, para siswa ini harus bertarung nyawa menyeberangi derasnya air sungai untuk menuju sekolah. Sebab, sungai tersebut hingga kini belum dibangun jembatan oleh pemerintah setempat.

Salah satu Siswa SMK Negeri Kawata mengaku, aktifitas seperti ini sudah lama delakoni bersama teman-temannya. Sehingga mengharapkan ada perhatian pemerintah untuk membatu mereka agar tidak basah lagi ketika ke sekolah.

Para siswa ketika ke sekolah harus menyeberangi sungai

“Pemandangan seperti ini sudah biasa kami, karena ini satu-satunya jalan menuju sekolah. Jadi kalau mau ke sekolah ya kita harus menyebarang sungai ini,” kata siswa yang enggan mau sebutkan namnya itu kepada KabarMalut, Senin (5/2/2018).

Dirinya mengaku, jika musim hujan tiba dan terjadi banjir, maka saat melewati sungai harus penuh hati-hati karena derasnya air sungai. Mereka saling bergandeng tangan untuk bisa menyeberangi sungai.

“Kalau musim hujan dan terjadi banjir, kami harus saling bergandeng tangan untuk dapat melewati sungai tersebut, karena airnya deras sekali,” jelasnya.

Sungai yang berada di sebelah Desa Kawata ini, hingga kini belum dibangun jembatan. Warga meminta agar Pemda Kepsul segera membangun jembatan sehingga aktifitas masyarakat sekitar juga bisa lancar.

“Kami sadar bahwa menuntut ilmu bukanlah hal yang mudah, namun dengan kondisi yang kami alami ini, maka kami berharap Pemda secepatnya membantu kami dengan membangun jembatan,” pintahnya. (*)

 

Editor: Narjo Usman

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut