Ivestor Cina Diduga Kelola Timah Ilegal di Obi

  • Bagikan
Tumpukkan ore timah yang ada di pelabuhan Desa Sambiki Kecamatan Obi

LABUHA – Terungkap ada investor asing melakukan pengelolah dan pemanfaatan timah secara ilegal di tambang emas di Desa Anggai, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Salah satu penambang Emas di Tambang Rakyat Desa Anggai, Agil S Karamaha mengungkapkan salah satu investor yang belum diketahui namanya itu sudah 7 bulan belakangan beroperasi di areal tambang emas di Desa Anggai. Investor cina ini sudah melakukan 5 kali pemuatan Ore Timah (Galena) dalam kurun waktu 7 bulan.

“Nama pengusaha dan nama perusahaannya saya belum tahu,” ungkap Agil kepada wartawan di Warkop Basigaro, Rabu (1/8/2018).

Menurut Agil, informasi yang didapatnya, perusahaan itu memiliki SIUP untuk pengelolaan timah, namun tidak dalam areal tambang emas di Desa Anggai. Namun yang terjadi, 5 kali pengapalan lewat pelabuhan Desa Sambiki dan Laguna di Obi, merupakan hasil pengambilan Ore dari areal tambang emas di Anggai.

“Saya dengar mereka punya SIUP tapi itu arealnya sekitar satu kilo meter di luar tambang emas, tapi selama ini mereka beroperasi mengambil hasil dari tambang emas Anggai. Dan setahu saya di Desa Anggai itu hanya Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Jadi kalau ada pengelolaah dan pemanfaatan timah itu ilegal.” ungkapnya.

Agil mempertanyakan terkait pembiaran pihak Kepolisian di Halsel atas beroperasinya pengelolahaan dan pemanfaatan timah di areal IPR. Bahkan kata Agil, dicurigai pemuatan Ore Galena ilegal itu di dua pelabuhan tidak ada Surat Keterangan Barang (SKB).

“Polisi tahu soal pemuatan itu,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Halsel, AKP Gede Atmadja saat dikonfirmasi mengaku, belum tahu dengan alasan akan melakukan pengecekan ke Polsek Obi. Seingatnya, pengelolaan dan pemanfaatan Timah memiliki izin koperasi.

Ketika ditanya terkait nama dan izin koperasi, Gede berkilah dengan mengaku bahwa nanti dicek ulang lagi izinnya. (Ajo)

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut