PAD Kota Ternate Turun Drastis

  • Bagikan
Kepala DP2RD Kota Ternate, A Yani Abdurahman

TERNATE  – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ternate tahun 2018 mengalami penurunan yang sangat drastis, hal ini mengacu pada retribusi diseluruh SKPD tidak memenuhi target yang telah ditetapkan, sehingga pengaruhi keuangan Pemkot Ternate.

Kepala Dinas Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (DP2RD) Kota Ternate, A Yani Abdurahman mengaku retribusi dari daftar dan data -data yang ada pada DP2RD saat ini sangat menurun, justru ada beberapa jenis retribusi yang diharapkan agar jadi primadona dengan baik, namun jika bandingkan dengan tahun 2017 sangat menurun jauh sehingga mempengaruhi keuangan Pemkot Ternate.

“Ini menjadi permasalahan besar, jadi ada beberapa jenis misalnya retribusi tepi jalan umum di tahun 2017 mencapai Rp 675 juta, tapi sampai saat ini menurun. Namun tepi jalan umum di tahun 2018 hanya mencapai Rp 322 juta, ini menandakan menurun jauh bahkan berkurang hampir berkisar 50 persen dengan masa sisa waktu 4 bulan dan kita berharap dengan 4 bulan ini agar lebih genjot,” ujar A Yani saat ditemui KabarMalut di ruang kerjanya, Selasa (14/8/2018).

Sementara retribusi Pasar, A Yani mengatakan juga menurun drastis, di tahun 2017 retribusi pasar sebesar Rp 8,2 miliar, sekarang ini baru mecapai Rp 4,3 miliar. Disisa waktu 4 bulan terakhir, A Yani pesimis bisa tercapai seperti tahun kemarin.

“Kemudian juga sampai dari tahun lalu itu mencapai RP 1.9 miliar, tapi di tahun ini saya belum cover semuanya, Ya mungkin belum pada setingkat itu. Mengapa sampai saya katakan sedemikian, Retribusi ini tidak tercapai namun saya pastikan bahwa ini tidak tercapai targer, karena apakah sistim pungutan atau tata kelola pajak atau pungutan hususnya Retrubusi ini belum diatur sedemikian dengan baik,  atau  kesalahannya apa,” jelasnya.

Menurutnya atas ketidak capaian realisasi target PAD sehinga berpengaruh terhadap penerimaan, karena dari data-data yang digambarkan ini memang ada yang tahun lalu lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini. Bahkan 3 sampai 4 tahun lalu juga malah lebih tinggi dari pada tahun sekarang.

“Ini perlu  ada yang melakukan penataan kembali atau perlu ada refitalisasi-refitalisasi penataan teknis yang penyangkut dengan retribusi ini dan perlu diadakan penataan ulang.  Bahkan teknis- teknisnya ada pada SKPD, karena semuanya berada pada SKPD,”  tandasnya. (Ut/Ajo)

  • Bagikan

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut