OTK Serang Sopir Lintas di Jalan Maba-Gotowasi

  • Bagikan
Idur, korban penyerangan memperlihatkan kaosnya yang sobek saat diserang (Foto: Suhardi/KabarMalut)

MABA – Ruas jalan Maba-Gotowasi Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali menghebohkan warga. Idrus Muhamad, sopir lintas asal Desa Wayamli Kecamatan Maba Tengah diserang oleh Orang Tidak Dikenal (OTK).

Informasi yang dihimpun KabarMalut, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (3/6) sekitar pukul 19:30 WIT. Idrus, yang baru saja balik dari Desa Bicoli Kecamatan Maba Selatan Setelah mengantar penumpang, dihadang oleh dua OTK di ruas jalan Maba-Gotowasi tepatnya di seputaran kali Ve dengan cara memalang jalan.

Idrus yang saat itu sendirian di dalam mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi DB 1757 CD, langsung turun dari mobil untuk membuka kayu yang menghalangi ruas jalan. Kedua OTK yang menggunakan topeng karpus  menghampiri Idrus dan langsung melayangkan pukulan. Idrus pun sempat melakukan perlawanan dengan membalas dan menangkis pukulan dari pelaku.

Menurut pengakuan Idrus, tidak puas dengan tangan kosong dua OTK  itu juga menggunakan alat tajam (parang) yang diarahkan ke dirinya. Beruntung atas kejadian ini Idrus tidak mengalami luka-luka atau lebam.

Idrus hanya mengalami  satu goresan di bagian bahu kiri, dan dua goresan dibagian belakang serta sobekan baju. Aksi dari dua OTK ini tidak berlangsung lama, mereka langsung masuk ke hutan setelah melihat cahaya lampu mobil Strada yang menghampiri mereka.

“Pas saya turun dari mobil mau buka kayu yang malintang di jalan,  tiba-tiba dua orang ini muncul. Saya bilang kalian (pelaku) mau kenapa, langsung yang satu pukul, saya langsung blok (menangkis pukulan) terus saya balas pukul kenal di muka (wajah pelaku). Nanti satu yang pegang parang yang potong saya tapi tidak kuat,” cerita Idrus, dihadapan wartawan Kabar Malut di Kantor Polisi sekitar pukul 02:00 dini hari, Selasa (4/6/2019).

Idrus mengaku tidak mengenal dua OTK tersebut karena pelaku menutup wajah dengan topeng jenis karpus. Hanya saja menurut Idrus, dua OTK tersebut memiliki poster tubuh yang berbeda.

“Tidak kanal karena mereka pakai karpus warna hitam, satu kecil dan yang satu basar,” akunya.

Peristiwa ini sempat menghebohkan warga di berapa desa yang ada di Kecamatan Maba Selatan, Kota Maba hingga ke Maba Tengah. Puluhan warga baik dari  Desa Soagimalaha Kota Maba dan warga Wayamli Kecamatan Maba Tengah mendatangi Kantor Polisi yang berada di jalan menuju Desa Tewil untuk memastikan kondisi korban.

Hingga pada pukul 02:21 WIT dini hari Idrus masih menjalani pemeriksaan. Puluhan warga Wayamli juga masih memadati Kantor Polisi.

Pihak kepolisian sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait dengan peristiwa tersebut dengan alasan masih melakukan pemeriksaan terhadap korban. (Ady/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut