Pria Cacat Mental Diduga Dikeroyok Sejumlah Oknum Polisi

  • Bagikan
Korban dugaan pengeroyokan (Foto: Yasim /KabarMalut)

TERNATE – Seorang warga Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Kota Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, mengalami luka lebab pada wajahnya diduga dikeroyok sejumlah oknum Polisi. Korban berinisial MNH (24) mengalami pengeroyokan di salah satu salon di Kelurahan Jati sekira pukul 03:00 WIT Minggu (28/7/2019).

Keluarga korban yang tak terima ulah para pelaku, secara resmi melaporkan kejadian naas ini ke Polsek Ternate Selatan untuk mendapat keadilan.

Di hadapan petugas, MNH (korban) menjelakan kronologi kejadian bermula ketika dirinya sedang meminum minuman keras (Miras) bersama seorang wanita berinisial VH di dalam salon. Beberapa saat kemudian seorang pria yang diduga merupakan pelanggan VH datang dan keduanya masuk dalam kamar.

Menurut penjelasan korban kepada pihak kepolisian, keduanya di dalam kamar melakukan hubungan intim. Ketika selesai, pelanggan tersebut ke luar dan pergi meninggalkan VH dalam keadaan tak sadarkan diri akibat dikuasai Miras.

Melihat hal itu, pria yang diketahui mengidap cacat mental itu pun masuk ke dalam kamar, lalu berhubungan intim dengan VH. Setelah selesai, MNH kemudian pulang ke rumah untuk tidur.

Tak lama berselang, seorang anggota Polisi datang ke rumahnya dan membawa MNH kembali ke Salon. Di sana, MNH dianiaya oleh VH serta sejumlah oknum Polisi karena diduga memperkosa VH.

Penasihat Hukum MNH, Risno Nasir menyayangkan tindakan yang diambil sejumlah oknum Polisi tersebut, karena bertolak belakang dengan visi dan misi Kepolisian sebagai Pengayom dan Pelindung Masyarakat.

“Apapun perbuatan MA, ibaratnya, tapi itu bukan harus dianiaya. Saya ingin kasus ini dituntaskan dan harus memberikan sanksi kepada oknum yang terlibat seberat-beratnya,” kata Risno.

Risno mengaku untuk sementara oknum Polisi yang terlibat dalam pengeroyokan belum diketahui identitas mereka, tetapi dirinya akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dengan harapan menyelidiki dan mengungkap pelaku pengroyokan.

“Saya mengharapkan dan meminta kepada bapak Kapolda maupun Kapolres, agar segera tangkap aparat pelaku pengeroyokan atau penganiayaan yang dilakukan terhadap MA yang notabene cacat mental, segera diamankan dan segera ditindak,” pungkasnya.

Kapolsek Ternate Selatan, AKP Catur Erwin Setiawan ketika dikornformasi membantah keterlibatan oknum Polisi dalam pengeroyokan terhadap MA. Catur mengaku wajah MA hingga bonyok akibat dianiaya oleh VH yang kesal karena diduga dicabuli.

“Bukan, bukan, Polisi mengamankan ada korban melapor karena merasa dicabuli, abis itu patroli datang selain diamankan, dilerai, akhirnya mengaku, langsung korbanya sendiri ikut memukul, korbanya perempuan, jengkel, karena mereka berdua sama-sama mabuk,” kata Catur.

Catur menambahkan, pihaknya juga menerima laporan dari VH yang diduga menjadi korban pencabulan oleh MA. Bahkan MA kini sudah berstatus sebagai tersangka terkait laporan VH.

“Itu bukan anggota yang mukul, ternyata dia tersangka pencabulan, korbannya sudah laporan dan yang buat sampai bonyok itu korbannya sendri, karena mereka berdua sama-sama mabuk itu, korban sama tersangka,” singkatnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut