BNNK Pulau Morotai Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Pil dan Lem Eha-Bond

  • Bagikan
Kepala BNNK Pulau Morotai, AKBP Ahmad Idris (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Kasus 20 siswa yang mabuk akibat menghirup Lem Eha-Bond dan diamankan Satpol PP pada Senin (19/8), mendapat perhatian serius Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pulau Morotai.  BNNK dengan cepat langsung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) serta sosialisasi kepada para pemilik Apotek dan Toko Bangunan yang ada di Kota Daruba, tentang Bahaya Penyalahgunaan Pil dan Lem Eha-Bond yang harus diwaspadai.

“Bimtek ini memang sudah menjadi kegiatan rutin kita yang kita gelar setiap tahun. Kebetulan bertepatan dengan kasus kemarin, jadi kita langsung buat Bimtek ini,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Pulau Morotai, Hariyanto Hasan, Rabu (21/8/2019).

Sementara, Kepala BNNK Pulau Morotai, AKBP Ahmad Idris, ketika dikonfirmasi usai kegiatan menjelaskan, dalam Bintek tersebut pihaknya hanya ingin menekankan kepada pelaku usaha terutama pemilik toko, agar lebih teliti dalam melihat pembeli. Jika masih dibawah umur lalu memesan obat atau lem yang jumlahnya banyak, jangan lagi diberikan.

“Jika pembeli memesan sebanyak 5 hingga 10 kaleng lem aibon pembeli dibawah usia maka perlu diperhatikan,” tutur Ahmad.

Lebih lanjut Ahmat menambahkan BNNK tidak punya kewenagan untuk menegur, karena itu pihaknya telah menyurat kepada Dinas Kesehatan untuk menangani masalah tersebut terutama soal obat.

“Semua ini tujuannya hanya untuk menyalamatkan generasi kita, agar korban jangan lebih besar lagi, contohnya seperti kemarin siswa yang konsumsi lem, cap tikus dan lain-lain, jika tidak diselamatkan maka akan memakan korban jiwa,” tambah Ahmad. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut