Beredar Rekaman Pengakuan Kapus Saketa Saat Diperas Oknum LSM KPPI

  • Bagikan
Kapus Saketa Darmo Umar saat melaporkan dugaan tindak pidana pemerasan yang dilakukan oknum LSM KPPPI ke Polsek Gane Barat (Foto: Istimewa) 

LABUHA – Polimik dugaan pemeresan terhadap Kepala Puskesmas (Kapus) Saketa Kecamatan Gane Barat, Darmo Umar oleh tiga oknum pengurus Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) Korps Pemuda Pemudi Indonesia (KPPPI) sebesar Rp 50 juta kini terus bergulir.

Kali ini beredar dua rekaman percakapan antara Ketua DPD KPPPI Malut, M Sarifudin dangan Darmo dan direkaman percakapan lain antara salah satu orang dekat M Safrudin, Hafik dan Darmo. Dalam isi percakapan antar M Saifudin dan Darmo melalui sambungan telepon itu, M Saifudin bertanya kepada Darmo terkait pemberitaan dirinya melakukan pemerasan dan ancaman kepada Darmo yang termuat disejumlah media.

Pertanya dari M Saifudin itu,  kemudian ditanggapi Darmo dengan mengatakan dirinya tidak mengeluarkan pernyataan terkait ancaman dan  pemerasan dari M Saifudin. Darmo mengaku pernyataan itu muncul ke publik karena dibuat oleh Hardin Hi Idris. Sehingga dirinya langsung menghubungi Kepala Bidang Intelijen dan Investigasi DPC KPPPI, Ruslan Abdul untuk menanyakannya masalah tersebut.

“Siapa yang bilang begitu. Itu mereka (Hardin) yang bilang saya tidak tahu. Jadi saya tanya ke Ruslan, yang pertama kasi keluar itu ketua mereka (Hardin) itu. Itu dia yang kasi keluar jadi dia jadi panjang itu. Jadi, saya tanya ke anda (M. Saifudin),” kata Darmo dalam percakapan antara keduanya yang diterima redaksi KabarMalut, Rabu (18/12/2019).

Menenggapi itu, M Saifudin meminta Darmo mengakhiri percakapan dengan tujuan menghubungi Hardi dan Ruslan untuk menanyakan ke keduanya karena merasa namanya baiknya sudah tercemar.

“Nanti saya hubungin anda (Darmo) karena nama saya sudah tidak bagus. Saya telepon mereka (Hardin dan Ruslan) dulu,” ucap M. Saifudin.

Sementara di isi percakapan lain antara Darmo dan Hafik, Darmo membeberkan transaksi uang Rp 50 juta antara dirinya bersama M Saifudin dan Ruslan. Di isi rekakan itu juga, Darmo mengaku dihubungi salah satu orang dekat M Saifudin dan Ruslan yang mengatasnamakan wartawan yakni Abdila Amin. Abdila sendiri menghubungi Darmo menanyakan terkait uang Rp 50 juta yang telah disepakati mereka sebelum itu.

“Jadi, bahwa kalau dorang (mereka) telepon ke kamu bilang saja sudah di kami. Jadi, nanti mereka ke kami saja,” sebut Darmo mengulang perkataan M Saifudin dengan dirinya.

Hafik pun kemudian kembali bertanya ke Darmo tentang berapa kali uang yang diberikan ke M Saifudin dan Ruslan. Darmo kemudian mengatakan dirinya memberikan uang hanya sekali ke M Saifudin dan Ruslan dengan jumlah Rp 50 juta.

“Saya kasih uang 50 itu,” kata Darmo.

Selaian Abdila Amin, Darmo juga mengaku dirinya dihubungi orang dekat M Safudin dan Ruslan dengan insial Dimas. Dimas juga menanyakan terkait uang yang diterima M Saifudin dan Ruslan, Darmo kembali meminta Dimas menghubungi M Saifudin dan Ruslan sebagaiman yang telah diperintahkan sebelumnya oleh M Saifudin dan Ruslan.

“Itu semua ke mereka (M Saifudin dan Ruslan) itu kalain urus sudah, saya sudah tidak tahu lagi,” ujar Darmo.

Terkait dugaan pemerasan dan ancaman ini, Darmo sendiri telah melaporkan ke pihak Polsek Gane Barat karena meras dirinya telah diperas M Saifudin Cs. Laporan yang dimasukan Darmo diterima salah satu penyidik Polsek Gane Barat.

“Saya sudah terima aduan dari Darmo dan melalui anggota saya akan kami tindaklanjuti. Besok saya balik ke Saketa untuk panggil saksi-saksi dari pelapor. Setelah itu kami panggil terlapor,” cetus Kapolsek Gane Barat, IPTU Munandar A. R.  (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut