Gadis Dibawah Umur di Halsel Jadi Korban Pemerkosaan Seorang Nelayan

  • Bagikan
Korban pencabulan saat ditemui (Dahbudin/KabarMalut)

LABUHA – Seorang gadis yang tercatat masih dibawah umur di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, diduga menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan seorang nelayan pada salah desa di Kecamatan Kasiruta Timur. Tak terima tindakan pelaku, orang tua gadis berusia 15 tahun itu kemudian melaporkan pelaku bernama Ramli warga Kecamatan Botanglomang ini ke Polres Halsel.

Ayah korban berinisial MS, mecerikan kejadian yang menimpah anaknya itu berlangsung Sabtu (22/2) malam, berawal ketika anaknya sedang menonton televisi di rumah tetangga mereka, kemudian dipanggi oleh pelaku bernama Ramli yang tak lain nelayan itu keluar rumah. Selanjutnya pelaku menggiring korban pada salah satu rumah kosong dan melancarkan aksi bejatanya.

“Anak saya bilang, dia dipanggil Ramli. Ramli bawa dia ke rumah kosong. Disitu anak saya diperkosa ” kata MS saat ditemui wartawan, Senin (13/4/2020).

Pada saat kejadian itu, MH mengaku dirinya bersama istri di kebun, sementara di rumah mereka hanya ada anaknya dan menantu laki-laki. Namun beberapa hari kemudian ketika MS dan istrinya kembali di ke desa langsung diceritakan anaknya mengaku diperkosa oleh pelaku bernama Ramli.

“Saya minta tolong di sudara saya yang punya perahu Jonson (40 PK) untuk antara kami ke Labuha, langsung menuju kantor Polres melaporkan yang menimpah anak saya,”,” sebut MS.

MS mengaku kecewa karena penanganan kasus yang sudah berlangsung dalam kurun waktu satu bulan lebih ini, masih tekatung-katung kejelasanya.

“Kurang lebih hampir dua bulan kasus ini saya lapor ke Polisi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Halsel, IPTU Gastimur Wanto melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Bripka Ikbal Tatuhey mengatakan saat ini pihaknya mendalami kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi di Kecamatan Kasiruta Timur. Bahkan, pihaknya sudah turun langsung ke Kecamatan Kasiruta Timur melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Dua orang saksi sudah diperiksa,” kata Ikbal.

Sebelum itu, penyidik sudah melakukan visum terhadap korban. Hasil visum dinenjukan ada luka sobek dibagian kemaluan korban. Penyidik telah menjadwalkan surat panggilan terhadap terduga pelaku untuk diperiksa.

“Direncanakan besok kami panggil terduga pelaku untuk diperiksa. Yang bersangkutan belum ditahan karena belum ditetapkan sebagai tersangka,” tutup Ikram. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut