Lahan di Morotai Selatan Banyak Bermasalah

  • Bagikan
Kantor Camat Morotai Selatan (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Camat Morotai Selatan, Darmin Djaguna mengakui banyak kasus sengketa lahan di wilayah kerjanya yang berujung ke pengadilan. Selama dua tahun terakhir banyak laporan warga di wilayah Desa Daruba bersengketa.

“Banyak masalah. Masalahnya bermacam-macam, ada yang lahannya sudah dijual, tapi dijual lagi ke orang lain, sehingga pemiliknya sampai dua hingga tiga orang. Jadi kalau beli lahan di Morotai harus diteliti baik-baik,” katanya Darmin saat dikonfirmasi wartawan, Senin (6/7/2020).

Darmin mengatakan, sengketa lahan memang sulit d selesaikan secara kekeluargaan. Dari sekian kasus yang dimediasi Camat dan Kepolisian, banyak tidak menemui titik terang, sehingga penyelesaiannya lebih banyak di pengadilan.

“Belum lama ini kita sempat mediasi satu masalah sengketa di OLC Desa Darame, tapi tidak selesai juga,” ujarnya.

Ditanya soal Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), kata Darmin, tahun ini Morotai Selatan ada dua desa yang dapat Prona yaitu Desa Dehegila dan Muhajirin.

“Sehari dua sertifikatnya sudah keluar,” jelasnya.

Untuk data desa yang belum dapat Prona, Darmin mengaku belum melihat data secara detail.

“Tapi kalau desa yang sudah dapat Prona itu Morodadi, Dehegila, Juanga, Momijiu, Joubela dan Sabatai. Yang belum dapat saya belum cover. Untuk Prona tahun depan saya belum tahu,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut